“Kasus ini masih kami kembangkan, termasuk menelusuri jalur distribusi dan kemungkinan keterlibatan jaringan lintas wilayah,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Kapolres juga mengapresiasi kinerja cepat personel di lapangan serta sinergi dengan Bea Cukai dalam pengungkapan ini. Ia menegaskan bahwa pengawasan di wilayah perairan akan terus diperketat guna mencegah masuknya narkotika melalui jalur laut.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk segera melaporkan jika menemukan benda mencurigakan. Peran aktif masyarakat sangat penting dalam memutus rantai peredaran narkotika,” tegasnya.
Saat ini, penyidik telah melakukan serangkaian langkah mulai dari pengamanan barang bukti, penimbangan, hingga pemeriksaan saksi. Ke depan, proses penyidikan akan dilengkapi melalui koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum serta pengembangan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

Publik Menunggu Kepastian Isu 20 Kilogram Sabu
Di tengah pengungkapan tersebut, beredar pula informasi di masyarakat terkait dugaan temuan sabu dalam jumlah lebih besar, yakni mencapai 20 kilogram di kawasan yang sama.
Namun hingga kini, kabar tersebut masih belum dapat dipastikan kebenarannya. Informasi yang beredar menyebutkan penemuan terjadi pada Kamis (26/3/2026), tetapi belum ada kejelasan terkait lokasi pasti maupun kondisi barang.
Spekulasi pun berkembang, termasuk dugaan adanya jaringan narkotika lintas wilayah yang memanfaatkan jalur laut, merujuk pada kasus serupa di perairan Selat Nasik. Meski demikian, belum ada bukti resmi yang menguatkan informasi tersebut.















































Komentar