News
Home ยป Berita ยป Sinergi Polres dan Bea Cukai: Penemuan Sabu Pulau Ulat Bulu Belitung Jadi Perhatian Masyarakat

Sinergi Polres dan Bea Cukai: Penemuan Sabu Pulau Ulat Bulu Belitung Jadi Perhatian Masyarakat

Sejumlah paket diduga sabu diamankan oleh tim Satresnarkoba Polres Belitung sebelum dibawa ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sabtu (28/3/2026) (dok.Humas Polres Belitung)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG โ€“ Aparat penegak hukum kembali menunjukkan kesigapan dalam mengungkap dugaan peredaran narkotika di wilayah perairan. Satuan Reserse Narkoba Polres Belitung bersama Bea Cukai Tanjungpandan berhasil menemukan paket mencurigakan yang diduga sabu seberat bruto 4,310 kilogram di pesisir Pulau Ulat Bulu, Desa Juru Sebrang, Kecamatan Tanjungpandan, Sabtu (28/3/2026).

Pengungkapan ini berawal dari meningkatnya laporan masyarakat, khususnya para nelayan, terkait temuan benda mencurigakan di laut Belitung. Menindaklanjuti arahan Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Dr Viktor Theodorus Sihombing, tim gabungan langsung bergerak melakukan penyelidikan dan penyisiran intensif di sejumlah titik perairan rawan.

Sekitar pukul 10.30 WIB, upaya tersebut membuahkan hasil. Briptu Surya Muhamad Rizki yang tergabung dalam tim menemukan empat paket mencurigakan yang dibalut lakban coklat dan disembunyikan di balik batu karang di area pantai Pulau Ulat Bulu.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa paket tersebut berisi kristal putih yang diduga kuat narkotika jenis sabu. Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang pendukung seperti karung putih, bungkusan hijau bertuliskan โ€œTIE GUAN YINโ€, plastik bening berkode tertentu, serta sisa lakban.

Seluruh barang bukti kemudian dibawa ke kantor Satresnarkoba Polres Belitung. Pada pukul 13.00 WIB, tim melakukan uji awal menggunakan alat screening, yang mengindikasikan positif mengandung methamphetamine.

Polisi Amankan 4 Kg Sabu di Perairan Pulau Ulat Bulu, Diduga Terkait Temuan 21 Kg Sebelumnya

Kapolres Belitung, AKBP Sarwo Edi Wibowo, melalui Kasat Resnarkoba AKP Martuani Manik, menegaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami asal-usul barang tersebut.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *