Inspirasi dari Sosok Budayawan Belitung
Kehadiran Bang Fit bukan hanya sebagai penulis, tetapi juga penggerak literasi dan penjaga identitas lokal.
Konsistensinya menulis dan berdiskusi menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus peduli pada budaya Belitung.
Tulisan “Di Bawah Gunong Bantan” bukan sekadar artikel.
Ia adalah pengingat bahwa budaya akan tetap hidup selama masih ada yang menuliskan, mendiskusikan, dan mencintainya.
Cita-cita mulia yang selama ini diperjuangkan Bang Fit untuk budaya Belitung kini menjadi kenangan sekaligus warisan berharga.
Jumat pagi (13/2/2026), kabar mengejutkan tersebar di sejumlah grup WhatsApp.
Sosok yang dikenal hangat, enerjik, dan penuh ide itu dikabarkan telah berpulang.
“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun telah meninggal dunia Bang Pipit (Fithrorozi Bin Sjachroelsiman) #Alfatihah,” demikian bunyi pesan duka yang beredar.
Sosok yang kami kenal sebagai Fithrorozi—atau akrab disapa Bang Fit—meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta masyarakat Belitung yang mengenalnya sebagai budayawan, penulis, dan penjaga nilai-nilai lokal.
Pergi di Hari yang Baik
Di hari yang penuh berkah, Bang Fit menghadap Sang Khalik.
Kepergiannya terasa begitu cepat, terlebih di tengah semangatnya yang tak pernah surut dalam memperjuangkan literasi dan pelestarian budaya Belitung.
Ia bukan hanya penulis.
Ia adalah penggerak gagasan.
Diskusinya tak pernah kosong makna.
Tulisan-tulisannya selalu mengingatkan pentingnya menjaga identitas dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi.

















