News
Home ยป Berita ยป Refleksi 25 Tahun Provinsi Babel, H Tare: Jangan Sekali-kali Lupakan Sejarah

Refleksi 25 Tahun Provinsi Babel, H Tare: Jangan Sekali-kali Lupakan Sejarah

Anggota DPRD Babel, H Muchtar Motong menjadi pembicara pada Seminar Hari Jadi Provinsi Kepulauan Babel ke-25 di Kareso Food & Garden, Jalan Gatot Subroto, Tanjungpandan pada Sabtu, 15 November 2025. (bilitonnews.co)

“Kalau kita bicara perjuangan pembentukan Provinsi Babel. Itu adalah sejarah perjuangan anak-anak muda di zaman itu yang paham mengapa mereka mau menjadi provinsi. Tentunya mereka paham betul karena Bangka Belitung ini negeri yang sangat kaya,” tambahnya.

Dikatakannya, bila Babel tidak kaya tentu mereka tidak mau jadi provinsi. Namun setelah lahir jadi provinsi, kesejahteran dan masa depan rakyat belum kelihatan jelas arahnya.

“Ini persoalan serius, kita sangat kaya timah putih. Tahun 1956-1958 ketika Belanda mengelola PN Timah, para pejuang sudah yakin bahwa timah adalah harapan masa depan, kesejahtteraan dan kemakmuran Babel,” kata H Muchtar Motong.

“Lalu kita punya potensi lain yakni pasir, zircon, kaolin, tanah liat, lada putih. Semua potensi itu luar biasa, bahkan keramahtamahan masyarakat Babel diakui sebagai modal bagi masa depan Babel,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Belitung, H Djoni Alamsyah Hidayat mengatakan, hingga usia Provinsi Babel ke-25 ini, masih banyak hal yang belum sesuai ekspektasi masyarakat.

Idul Fitri 2026 Jatuh Sabtu Besok, Simak Tata Cara Salat Idul Fitri dan Sunnahnya

Dikatakan Djoni, sejak kontestasi Bupat dan Wakil Bupati Belitung lalu, bisa dilihat bahwa pemilih masih rasional memberikan kepercayaan kepada pasangan Djoni-Syamsir untuk memimpin Belitung walau tanpa money politic.

“Pertama kali masuk ke Belitung bulan Maret tahun lalu, pertumbuhan ekonomi Belitung hanya satu persen lebih, pertumbuhan ekonomi Provinsi Babel hanya dikisaran nol persen lebih dan hampir di posisi minus,” kata Djoni.

Dikatakannya, melihat data ini ia berikir keras apa yang harus dibuat agar ekonomi Kabupaten Belitung ini bertumbuh. Saat itu sektor pariwisata dan pertambangan drop sehingga daya beli masyarakat juga lemah.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *