Ade menambahkan, upaya konservasi di Desa Lintang turut melibatkan kearifan lokal melalui kolaborasi dengan komunitas Tebat Rasau dan Gubok Tuk Layang.
Sementara itu, di Desa Gantung yang berada di wilayah pesisir, Program SOLUSI memprioritaskan rehabilitasi dan penguatan ekosistem mangrove.
Hingga kini, sebanyak 18.750 bibit mangrove telah dibudidayakan dan ditempatkan di area demplot untuk perawatan lanjutan.
โEkosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga pesisir dari abrasi serta menjadi benteng alami menghadapi dampak perubahan iklim,โ jelas Ade.
Berbeda dengan dua desa lainnya, Desa Simpang Tiga mengintegrasikan program konservasi dengan pengembangan ekowisata dan pengelolaan sampah desa.
Strategi ini disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas dan jumlah penduduk, seiring rencana penempatan satu batalyon dengan sekitar 1.000 personel di wilayah tersebut.
Menurut Ade, konservasi lingkungan harus berjalan seiring dengan pengelolaan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga menjelaskan bahwa tahun 2025 difokuskan pada penyusunan dokumen dan perencanaan, sementara pelaksanaan program secara penuh akan dimulai pada 2026.
Selanjutnya, pada periode 2027 hingga 2028, Program SOLUSI diarahkan untuk memastikan keberlanjutan program serta dampak jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat Belitung Timur. (*/BilitonNews.co)















































Komentar