Ke depan, PLN akan memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat. Perseroan juga mendorong inovasi teknologi hijau dan kolaborasi global, dengan fokus menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja.
Dalam lima tahun terakhir, PLN meningkatkan reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 (2021) menjadi 51,1 juta ton CO2 (2025) dan mengembangkan kapasitas EBT mencapai 9,4 gigawatt. Produksi pembangkit berbasis gas mencapai 33,7 terawatt hour pada 2025.
PLN juga memimpin pengembangan hidrogen ramah lingkungan dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di PLTGU Muara Karang, Jakarta, serta GHP berbasis energi panas bumi di PLTP Kamojang, Jawa Barat, pada 2024. Saat ini, total kapasitas GHP tersebar di 22 lokasi dengan produksi 203 ton per tahun.
โHarapannya, inisiatif ini tidak hanya melestarikan lingkungan, tetapi juga mendorong lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, dan mendukung pembangunan infrastruktur nasional,โ tutup Darmawan.
(*/Bilitonnews.co/Gumay)

















































Komentar