BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Belitung, Saftomi mengaku prihatin dengan maraknya praktik parkir liar di sejumlah titik di pusat Kota Tanjungpandan.
Saftomi mengatakan, pada dasarnya PP menolak semua jenis pungutan liar yang mengatasnamakan aktivitas parkir yang dilakukan individu atau kelompok tertentu di sejumlah tempat.
“Parkir boleh asal resmi, bukan pungutan liar.
Parkir liar harus ditertibkan, dan sebenarnya pihak keamanan bisa turun tangan menertibkan itu.
Itu yang belum kita lihat selama ini,” kata Saftomi kepada BilitonNews.co pada Senin, 5 Januari 2026 sore.
Menurutnya, banyak titik di pusat Kota Tanjungpandan ada praktik parkir liar yang membuat masyarakat tidak nyaman.
“Mereka mengelola parkir tidak dengan izin sesuai dengan yang dipersyaratkan pemerintah daerah.
Bila demikian ini menjadi tanda tanya bagi masyarakat kalau tidak ada karcis parkir, seragam resmi, katanya.
“Intinya karcis parkir.
Tukang parkir harus dibekali karcis parkir, sehingga masyarakat saat membayar parkir tidak bertanya-tanya, uang yang ia setorkan kemana larinya,” tambahnya.
Saftomi berharap pihak berwenang segera menertibkan jika terjadi pungutan liar dan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Saran saya kepada petugas parkir, tolonglah melengkapi aktivitasnya dengan perijinan yang benar.
Untuk masyarakat harus lebih peduli terhadap hal ini.
Jangan sampai mereka bayar parkir, tapi tidak tahu parkir ini resmi atau tidak,” katanya.
Sementara Wakil Bupati Belitung, Syamsir mengatakan akan menurunkan tim dari Pemda untuk crosscheck secara langsung aktivitas parkir di beberapa tempat di Kota Tanjungpandan.








