“Kita minta Singapura menjadi transit. Mereka dapat nilai ekonominya, dan wisatawan bisa diterbangkan ke Belitung,” jelasnya.
Saat ini frekuensi penerbangan internasional dengan Maskapai Scoot masih dua kali dalam sepekan. Ke depan, pemerintah daerah menargetkan peningkatan menjadi empat kali dalam seminggu dalam periode tiga hingga empat bulan mendatang, seiring pertumbuhan pasar.
Dari hasil kajian maskapai Scoot, pasar penerbangan Belitung–Singapura dinilai cukup potensial. Meski ada sejumlah perbaikan minor pada fasilitas bandara yang perlu dilakukan, secara jumlah penumpang dinyatakan memenuhi kelayakan.
Bupati optimistis penerbangan ini tidak hanya melayani warga negara Singapura, melainkan juga wisatawan dari berbagai negara yang memanfaatkan Singapura sebagai titik transit sebelum melanjutkan perjalanan ke Belitung.
Ia menegaskan, kekuatan utama Belitung bukan pada kemegahan infrastruktur, melainkan pada suasana destinasi yang alami, bersih, aman, dan nyaman.
“Kita tidak menjual infrastruktur yang wow. Kita menawarkan suasana asri. Saat orang penat dengan hiruk-pikuk kota besar, datanglah ke Belitung,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mendukung sektor pariwisata dengan memberikan pelayanan yang ramah, menjaga kebersihan, serta menciptakan rasa aman bagi wisatawan.
Dengan strategi tersebut, Pemkab Belitung optimistis konektivitas internasional melalui Singapura dapat menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan mancanegara dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (BilitonNews.co/tedja pramana)





























