Dan, bukan nama dalam bahasa Inggris atau bahkan Indonesia. Ibrani dan Latin adalah dua bahasa yang resmi digunakan saat peristiwa penyaliban Yesus terjadi.
Untuk memastikan penulisannya, Putut Prabantoro kemudian menanyakan cara penulisan nama dalam dwi bahasa kepada dua pastor yakni Rm Markus Solo Kewuta SVD yang berkarya di Vatikan dan Rm Antonius Suhermanto yang merupakan mahasiswa doktoral yang berasal dari Keuskupan Tanjung Karang.
โJika dihitung, dari pembuatan sketsa hingga selesainya patung dibutuhkan waktu 7 (tujuh) bulan,โ ujar Putut.
Terkait dengan kemungkinan bertemu dengan Paus Leo, nenurut Putut, merupakan kisah tersendiri. Penentuan keberangkat ke Vatikan diputuskan oleh Mgr Agustinus Tri Budi Utomo, ketika dirinya dan Mayong Suryo Laksono menghadap pada 15 Februari 2026.
Menurut Mayong Suryo Laksono, Uskup Surabaya itu memutuskan bahwa penandatanganan MOU penggunaan resmi bahasa Indonesia harus dilakukan pada Rabu, 25 Maret 2026.
Alasannya adalah pertama karena Uskup Surabaya itu hanya memiliki 5 (lima) hari yakni 23 โ 27 Maret dan pada 28 Maret harus sudah tiba di Surabaya.
Alasan kedua, tanggal 25 Maret merupakan pesta Bunda Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel. Kabar gembira itu terkait dengan kehendak Allah agar Maria menjadi seorang bunda dari bayi yang kelak akan dinamai Yesus.
Perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat mengakibatkan terjadinya kekacauan jalur penerbangan seluruh dunia, kekhawatiran atas keselamatan penerbangan dan juga melambungnya harga tiket pesawat ke Eropa. Keberangkatan ke Roma hampir ditunda oleh Mgr Didik panggilan akrab Uskup Surabaya tersebut.















































Komentar