Kesepakatan tersebut ditandatangani bersama Dikasteri Komunikasi Takhta Suci setelah pertemuan dengan Paus.
Sebagai tokoh yang diangkat dalam karya tersebut, Yusuf dari Arimatea dikenal sebagai anggota Sanhedrin, lembaga keagamaan Yahudi yang memiliki pengaruh besar. Ia merupakan sosok terpandang dan kaya, namun secara diam-diam menjadi pengikut Yesus.
Dalam kisah penyaliban, Yusuf menunjukkan keberanian dengan meminta jenazah Yesus kepada Pontius Pilatus. Setelah permintaannya dikabulkan, ia menurunkan tubuh Yesus dari salib dan memakamkannya di sebuah makam yang telah ia siapkan sendiri.
Kisah inilah yang kemudian diabadikan dalam patung yang kini menjadi simbol iman sekaligus karya seni religius dari Indonesia untuk dunia.
Karya Pertama di Indonesia
Menurut Putut Prabantoro, bisa dipastikan patung tiga dimensi tersebut merupakan karya pertama di Indonesia. Bahkan patung dengan adegan penurunan seperti itu sulit ditemukan di belahan dunia lain termasuk di Roma, Italia yang merupakan pusat gereja Katolik dunia. Dirinya meminta bantuan Mas Nico dari Brata Gallery di Yogya untuk membuatkan patung tersebut.
โSebelum membuat patung tersebut, saya sudah melakukan penelusuran ke berbagai sumber melalui internet. Bahkan pematung di berbagai kota di Indonesia ketika diminta untuk membuat patung Yusuf Arimatea, selalu meminta contoh atau model jadi, untuk memudahkan pembuatannya. Sementara toko-toko penjual patung-patung rohani dengan cepat menyatakan tidak pernah memiliki,โ ujar Putut Prabantoro seperti rilis yang diterima BilitonNews.co pada Selasa (31/3/2026).















































Komentar