PAD Beltim 2026 Ditargetkan Rp138,3 Miliar, Pemkab Optimistis Tercapai

Plt Kepala BPKPD Kabupaten Belitung Timur, Ira Elvira Kirana. (IST/dok Prokopim Pemkab Beltim)

Tidak hanya bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah, ke depan pihaknya juga menggandeng perbankan BUMN dan swasta.

“Banyak wajib pajak kita yang berdomisili di luar daerah. Dengan kerja sama perbankan swasta maupun bank yang tergabung dalam Himbara, tentu akan semakin memudahkan mereka dalam melakukan pembayaran,” jelas Ira.

Di sisi lain, peningkatan penerimaan dari sektor retribusi daerah juga menjadi perhatian serius.

Pemkab Beltim mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah, seperti gedung olahraga, stadion, bus, serta aset lainnya yang dikelola oleh organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu retribusi.

“Kita tidak ingin penerimaan retribusi stagnan dari tahun ke tahun. Regulasi sudah tersedia melalui peraturan daerah, sehingga setiap OPD pengampu diharapkan dapat berkontribusi maksimal untuk meningkatkan pendapatan daerah,” tegasnya.

Realisasi PAD 2025 Tembus Rp123,5 Miliar

Berdasarkan data BPKPD, realisasi PAD Kabupaten Beltim pada tahun 2025 mencapai Rp123.549.082.742,35 atau sekitar 94,4 persen dari target sebesar Rp130 miliar.

Meskipun belum memenuhi target secara persentase, realisasi PAD tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan secara nominal, yakni naik sebesar Rp23,69 miliar dibandingkan realisasi tahun 2024.

Ira menjelaskan, salah satu tambahan sumber penerimaan pajak pada tahun 2025 berasal dari penerapan opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang mulai diberlakukan pada tahun tersebut.

“Dengan berbagai upaya ekstensifikasi dan intensifikasi pajak yang terus kita lakukan, kami berharap tren peningkatan PAD dapat terus berlanjut pada tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya,” ungkap Ira.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *