Saat dikonfirmasi, AB tidak membantah luasnya jaringan tersebut.
“Semua sudah terorganisir dan merata. Saya ambil barang dari agen di Jakarta,” ujarnya singkat.

Temuan ini memicu reaksi tokoh pemuda Belitung, Octoris Candra. Ia mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan.
“Kalau ini benar, dampaknya serius. Masyarakat dirugikan, negara juga kehilangan pajak. Ini harus diusut tuntas,” kata pria yang akrab disapa Cacan. Ia juga menyinggung kemungkinan adanya sindikat terorganisir di balik praktik tersebut, termasuk potensi keterlibatan oknum.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Belitung, I Made Yudha Suwikarma, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti laporan.
“Kami meminta masyarakat atau pihak yang dirugikan segera membuat laporan resmi. Itu menjadi dasar hukum untuk pembuktian dan penindakan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Kini, masyarakat Belitung menunggu langkah konkret aparat. Dugaan praktik mafia oli ini dinilai tidak hanya merugikan konsumen, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna kendaraan serta merusak iklim usaha yang sehat.
(*/Bilitonnews.co)

















































Komentar