BIITONNEWS.CO, BELITUNG โ Peredaran oli yang diduga palsu di Pulau Belitung kian meresahkan. Jaringan distribusinya disebut tidak lagi bergerak diam-diam, melainkan telah terorganisir dan menyusup hingga ke bengkel serta toko onderdil.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha resmi, tetapi juga masyarakat sebagai pengguna kendaraan.
Kasus ini mencuat pada Senin (6/4/2026), setelah seorang sales resmi Yamaha berinisial M mengungkap dugaan maraknya peredaran oli dari โjalur gelapโ yang sulit dibedakan dari produk asli.
โOli tak jelas sumbernya ini memakai tipuan barcode. Produk asli langsung terbaca sistem, sementara yang diduga palsu tidak. Tutup botol kami sistem tarik, bukan putar. Yang palsu ringkih dan mudah dibuka,โ ujar M.
Penelusuran di lapangan menunjukkan adanya jaringan distribusi yang terorganisir. Hasil investigasi wartawan menemukan hampir semua bengkel menumpuk botol oli bekas, dan sebagian besar botol itu diduga palsu sesuai ciri-ciri yang diberikan agen resmi. Oli tersebut dijual jauh di bawah harga pasar melalui berbagai titik.
Beberapa lokasi yang disebut antara lain: toko berinisial AB di belakang pengadilan yang diduga memiliki jaringan hingga 14 bengkel dan toko, S sebagai pemilik toko mesin tambang di Jalan Jenderal Sudirman, serta bengkel SJ di kawasan Jalan Baru.
โHarga oli asli sekitar Rp44.000, mereka jual Rp39.000 karena modalnya hanya sekitar Rp25.000 dari Jakarta. Warnanya juga berbeda. Bahkan ada mesin mobil rusak dalam hitungan bulan setelah menggunakan oli dari bengkel tertentu,โ ungkap sumber.

















































Komentar