Kreatif! Desa Gantung Ubah Lahan Tidur Jadi Wisata Agro yang Menarik di Beltim

Pemandangan kawasan wisata Keretak Sawah Danau Nujau di Desa Gantung, Kecamatan Gantung, Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (Dok. Arief Kusmaryadi)

Melalui konsep wisata agro ini, Arief ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa bertani merupakan aktivitas yang asyik sekaligus bermanfaat.

Pihaknya pada tahun 2026 ini juga berencana memasang papan informasi edukasi di kawasan wisata Keretak Sawah Danau Nujau.

“Papan informasi itu akan berisi edukasi mengenai urutan proses penanaman padi, mulai dari awal hingga panen,” kata Arief.

Pengembangan kawasan wisata Keretak Sawah Danau Nujau juga melibatkan kelompok tani setempat.

Bahkan, panen perdana direncanakan akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah nanti.

“Habis Lebaran kita rencanakan panen perdana. Kita juga akan mengundang Pak Bupati dan instansi terkait,” kata Arief.

Selain wisata agro, Desa Gantung juga sedang mengembangkan destinasi wisata Mangrove Keretak Nujau.

Untuk membahas pengembangannya, pemerintah desa akan menggelar rapat musyawarah pada tanggal 12 Maret 2026.

“Salah satu yang akan kita bahas adalah pengembangan wisata Mangrove Keretak Nujau, termasuk apa saja yang akan dikembangkan ke depannya,” ujarnya.

Kawasan mangrove yang dijadikan destinasi wisata ini berada di luar kawasan hutan dan area pertanian, dengan luas mencapai sekitar 32 hektare.

Areal ini dimasukkan sebagai tanah kas desa agar pengelolaannya lebih mudah.

“Ini kita masukkan dalam tanah kas desa agar pengelolaannya lebih mudah,” katanya.

Arief mengatakan kawasan mangrove ini memiliki potensi wisata yang sangat menjanjikan.

Dalam pengembangan wisata mangrove ini, pemerintah desa juga menggandeng mitra seperti Yayasan Tarsius Center Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *