“Salah dan benar adalah pengadilan yang menentukan, tapi kenapa harus sampai seperti itu,” katanya.
Koordinatoor acara, H Abdul Hadi Adjin mengatakan, kegiatan ini merupakan kepedulian kepada Provnsi Babel yang telah berusia 25 tahun.
“Kita sebagai masyarakat bertanggungjawab mengawal kinerja provinsi ini, apakah sudah sesuai cita-cita awal atau belum. Apalagi sekarang gubernur dan wakil gubernur tidak harmonis, sehingga dipertanyakan bagaimana provinsi ini ke depan. kita ada slogan Serumpun Sebalai, apakah kita masih serumpun?” katanya.
Sedangkan moderator, Juhri Larisa mengaku ia sebagai pelaku sejarah akan berupaya pada persoalan yang akan dibahas dalam dialog ini.
“Jujur kita semua menginginkan Belitung tetap menjadi satu dengan Bangka dalam kesatuan Provinsi Babel. Tidak seperti sebelum sebelumnya, kita pernah punya wacana Bangka jadi provinsi sendiri dan mengusulkan Belitung bergabung dengan DKI Jakarta menjadi bagian dari Kepulauan Seribu saat kepemimpinan Sutiyoso,” katanya. (bilitonnews.co/tedja pramana)















































Komentar