Menurut Suryadi Saman, dalam diskusi ini akan mengambil tema kepemimpinan Provinsi Babel, pariwisata dan kelestarian alam. Namun isu yang seksi untuk dibahas yakni kepemimpinan Babel saat ini tenggah tidak harmonis.
“Ada hal yang penting untuk dibicarakan dalam acara ini. Pertama, ada satu kesalahan kita yaitu kita telah memberikan cek kosong kepada penyelenggara pemerintah provnsi ini. Jadi mereka mau nulis apa saja kita terima. Itu jadi masalah,” kata Suryadi Saman.
Menuruna, Belitung waktu itu dengan sukarela menyerahkan semuanya, yang penting jadikan dulu Provinsi Babel ini dan terserah bagaimana proses selanjutnya.
“Maka menjelang hari jadi ke-25 ini, cek kosong ini akan kita isi sesuai dengan cita-cita wal pembentukan provinsi ini,” katanya.
Dikatakan Suryadi Saman, sebagai orang yang ikut memperjuangkan terbentuknya Provinsi Babel, ia sangat peduli terhadap perjalanan provinsi ini menjelang usia seperempat abad ini.
“Kami pedui, acara ini berhubungan langsung denggan perkembangan Pulau Belitung, sesuai dengan visi besar yang terus kami sampaikan, bahwa sudah saatnya kita berpikir dan bertindak atas nama satu pulau dan satu Belitung,” katanya.
“Dalam kegiatan ini, ada suatu momen yang penting yakni pencapaian seperempat abad provinsi. Kami pun ikut dalam perjuangan pembentuan provinsi ini. Kami sudah mengontak rekan-rekan di Jakarta, yang selama ini hadir dalam pentas nasional. Konfirmasi yang ada di kami, Eros Djarot dan Refly Harun bersedia hadir,” tambahnya.
Sementara itu H Soehadi Hasan menyinggung kondisi kepemimpinan Provnsi Babel yang dinilai telah menciptakan isu yang mengecilkan arti Wakil Gubernur sebagai warga negara.















































Komentar