“Data statistik yang disusun BPS menjadi landasan utama bagi pemerintah daerah dalam membaca kondisi perekonomian serta menentukan langkah-langkah strategis pengendalian inflasi,” kata Ikhwan.
Ia juga menyoroti dinamika harga yang terjadi di antaranya tren kenaikan harga emas yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat.
Kemudian kenaikan harga bawang dan cabai akibat berkurangnya hasil panen dari daerah pemasok.
Di sisi lain, kondisi cuaca yang cukup mendukung berdampak positif terhadap hasil tangkapan nelayan sehingga membantu menjaga stabilitas harga komoditas perikanan.
Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, permintaan masyarakat terhadap kebutuhan pokok diperkirakan meningkat.
Terutama komoditas daging ayam dan daging sapi.
Pemerintah daerah pun mengantisipasi potensi kenaikan harga melalui penguatan koordinasi TPID, pemantauan harga secara berkala, pelaksanaan operasi pasar, serta memastikan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok.
“Kita harus memperkuat langkah antisipatif agar kenaikan harga tetap dapat dikendalikan dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” kata Ikhwan.
Pemerintah Kabupaten Beltim menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah berbasis data yang akurat dan terpercaya.
Dengan demikian, kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(*/Bilitonnews.co)














