Jejak Juliana Park di Tanjungpandan, Taman Bersejarah Era Belanda Kini Tinggal Kenangan

Foto kawasan Juliana Park di Tanjungpandan, Belitung dilansir dari buku Billiton 1952-1927. (Dok. Billiton 1952-1927/Nicolaus Lumanauw)

BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Tanjungpandan, ibu kota Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, ternyata menyimpan jejak sejarah yang tak banyak diketahui generasi sekarang.

Salah satunya adalah Juliana Park, taman kota yang dibangun pada masa penjajahan Belanda dan pernah menjadi bagian penting dari kawasan kompleks timah di kota ini.

Nama Taman Juliana mungkin masih terdengar asing bagi sebagian warga.

Namun menurut praktisi pariwisata asal Belitung, Nicolaus Lumanauw, Tanjungpandan pada masa lalu memiliki sebuah taman yang tidak hanya berfungsi sebagai elemen keindahan kota, tapi juga memiliki nilai ekologis yang penting.

“Konon taman itu tidak saja sebagai fungsi keindahan, tapi juga memiliki fungsi ekologi sebagai area penyerapan dan penampungan curah hujan di kompleks timah. Seluruh drainase disalurkan ke Sungai Siburik agar kawasan tersebut tidak tergenang air,” ungkap Nicolaus kepada Bilitonnews.co, Sabtu (27/2/2026).

Melansir buku Billiton 1852-1927, jelas Nicolaus, Juliana Park diperkirakan dibangun bersamaan dengan berdirinya klinik Europeesche Kliniek te Tandjong Pandang pada tahun 1864.

Sejak awal, taman ini memang dirancang sebagai bagian dari sistem tata ruang kawasan komplek timah, termasuk untuk mendukung sebagai sumur resapan alami.

Kebetulan di kawasan itu, dahulu juga terdapat sumur air yang dimanfaatkan untuk distribusi air ke seluruh perumahan kompleks timah.

Kawasan itu juga ditumbuhi pepohonan rindang seperti jambu bol dan berbagai tanaman lainnya tumbuh hingga ke rumah direksi dan sekeliling kompleks GMB (Gemeenschappelijke Biliton Maatschappij).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *