Ia meminta instansi terkait segera memperbarui data setelah laporan Dasawisma, agar warga yang berhak mendapatkan bantuan sosial tidak kehilangan akses akibat perubahan data teknis.
“Kami siap membantu pemerintah, tapi pembaruan data harus cepat agar bantuan tepat sasaran,” kata Neneng.
Caturida Meiwanto Doktoralina, Tenaga Profesional Bidang Ekonomi Lemhannas RI, menekankan bahwa persoalan data menjadi tantangan utama dalam pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Tidak cukup hanya bantuan sosial, diperlukan sistem deteksi dini berbasis komunitas yang responsif. Dasawisma berperan sebagai ‘mata dan telinga’ negara di tingkat rumah tangga,” ujar Catur.
Melalui kegiatan ini, kader Dasawisma yang membawahi 50-60 KK per unit diberi pemahaman terkait pelaporan wilayah, penjaringan keluarga rentan, penyusunan rekomendasi prioritas, pendampingan keluarga, dan evaluasi berkelanjutan.
Kegiatan ini bertujuan mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem DKI Jakarta secara tepat sasaran, terutama di Kelurahan Semanan yang menjadi salah satu kelurahan prioritas di kantong kemiskinan.
Dengan penguatan peran Dasawisma, pemerintah berharap program pengentasan kemiskinan ekstrem dapat berjalan efektif, akurat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. (*/BilitonNews.co)















































Komentar