BILITONNEWS.CO, JAKARTA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025 mencatat jumlah penduduk miskin ekstrem di Indonesia turun menjadi 2,38 juta orang atau 0,85 persen dari total populasi. Angka ini menurun dari September 2024 yang mencapai 2,78 juta orang (0,99 persen).
Miskin ekstrem diukur berdasarkan standar internasional, yakni penduduk dengan pengeluaran di bawah US$2,15 PPP per hari atau sekitar Rp12-13 ribu per hari per orang.
Meski angka kemiskinan ekstrem menunjukkan penurunan, Pemerintah terus fokus pada pengentasan kelompok masyarakat ini, termasuk di DKI Jakarta. Salah satu strategi utama dilakukan melalui pemberdayaan Dasawisma di tingkat kelurahan.
Kelurahan Semanan, Jakarta Barat, menjadi lokasi kegiatan penguatan Dasawisma yang diikuti 300 kader pada Rabu, 17 Desember 2025.
Lurah Semanan, Jufri SSos MM, menekankan bahwa keberhasilan program pengentasan kemiskinan ekstrem sangat bergantung pada ketepatan data dan keterlibatan aktif masyarakat.
“Dasawisma adalah ujung tombak dalam mendeteksi kondisi sosial ekonomi warga,” ujar Jufri.
Hadir dalam kegiatan, Leily dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Jakarta Barat menyoroti pentingnya data mikro berbasis rumah tangga yang dihimpun Dasawisma untuk menjangkau keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Sementara Sugeng dari TKPK Provinsi DKI Jakarta menekankan perlunya tata kelola program yang akuntabel dan terintegrasi agar intervensi pemerintah memberikan dampak nyata dan dapat dipantau masyarakat.
Salah satu kader Dasawisma, Neneng Irmawati, menyoroti perlunya sistem pembaruan data yang responsif.















































Komentar