Partisipasi Indonesia juga melibatkan Program Studi Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, yang berperan dalam pendalaman riset budaya dan kerangka teologis karya.
Kolaborasi ini, yang diwakili antara lain oleh Romo Budi Subanar SJ dan Stanislaus Sunardi, menjadi contoh sinergi antara dunia seni, akademik, dan diplomasi budaya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Papermoon Puppet Theatre juga mementaskan karya ini dalam bentuk teater boneka di KBRI Takhta Suci dan Colegio Verbo Divino, disaksikan para diplomat, rohaniwan, dan komunitas religius internasional.
Melalui kehadiran di “100 Presepi in Vaticano”, Indonesia tidak hanya memperkenalkan kekayaan seni dan budayanya kepada dunia, tetapi juga menyuarakan pesan universal tentang harapan, perlawanan terhadap ketidakadilan, dan keberanian menjaga kehidupan. (*/BilitonNews.co)















































Komentar