BILITONNEWS.CO, VATIKAN – Indonesia untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam ajang budaya internasional bergengsi “The International Exhibition: 100 Presepi in Vaticano”, sebuah pameran instalasi gua Natal yang menjadi bagian dari rangkaian “Jubilee is Culture” di Vatikan.
Pameran yang diselenggarakan oleh Dikasteri Evangelisasi Takhta Suci ini digelar di area bersejarah deretan tiang marmer karya maestro Renaisans Gian Lorenzo Bernini.
Tahun ini, pameran menghadirkan lebih dari 132 karya gua Natal dari 23 negara, termasuk Italia, Spanyol, Ukraina, Amerika Serikat, Filipina, hingga Indonesia.
Tradisi “100 Presepi” sendiri berakar dari kebudayaan Roma sejak 1976 dan mulai digelar di Vatikan pada 2018 di masa kepemimpinan Paus Fransiskus.
Melalui pameran ini, Vatikan mengajak dunia untuk kembali memaknai Natal secara sederhana, menjauh dari konsumerisme, serta menempatkan kelahiran Yesus sebagai pesan kemanusiaan dan harapan.
Karya Indonesia: Papermoon Puppet Theatre
Keikutsertaan Indonesia diwakili oleh karya seniman Maria Tri Sulistyani, pendiri Papermoon Puppet Theatre dari Yogyakarta.
Partisipasi ini memiliki makna khusus karena bertepatan dengan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Takhta Suci. Delegasi Indonesia dalam pameran ini dipimpin oleh Nina Handoko.
Melalui pendekatan artistik khas Papermoon, Maria menghadirkan interpretasi kelahiran Yesus yang puitis dan reflektif, memadukan unsur teater boneka, seni rupa, serta instalasi ruang.
Karya ini tidak hanya menampilkan keindahan visual, tetapi juga mengajak pengunjung dari berbagai latar budaya untuk merenungkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan harapan.















































Komentar