Langkah tersebut mendapat apresiasi dari Kapolsek Gedongtengen AKP Yulianto. Ia menilai perayaan di Kumetiran menjadi contoh nyata harmoni antarumat beragama di Yogyakarta.
“Ini bukan sekadar perayaan budaya atau keagamaan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kebersamaan antarwarga,” katanya.
Perayaan semakin semarak dengan atraksi barongsai, liong, wushu, hingga pesta kembang api di halaman gereja. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme umat tidak surut.
Keterlibatan sejumlah wilayah pelayanan yang tergabung dalam Forklest serta dukungan para donatur turut menyukseskan acara.
Bagi umat Kumetiran, Imlek tahun ini bukan hanya pesta budaya, melainkan momentum mempererat persaudaraan dan meneguhkan iman di tengah keberagaman Kota Yogyakarta. (*/BilitonNews.co)





























