News
Home ยป Berita ยป Dukung Pariwisata Berkelanjutan, BPOLBF dan UNIKA Santo Paulus Ruteng Perkuat Kemitraan

Dukung Pariwisata Berkelanjutan, BPOLBF dan UNIKA Santo Paulus Ruteng Perkuat Kemitraan

BPOLBF bersama UNIKA Santo Paulus Ruteng gelar pertemuan penting di Kantor BPOLBF pada Rabu, 13 Agustus 2025. (ist)

Selain itu, BPOLBF juga membuka peluang keterlibatan UNIKA dalam pengembangan ruang kreatif PARAPUAR, sebuah inisiatif BPOLBF sebagai wadah ekspresi seni dan budaya lokal.

Marhen menyampaikan harapannya agar 16 program studi di UNIKA dapat terlibat dalam kegiatan rutin โ€œWeekend at PARAPUARโ€, minimal 1โ€“2 kali dalam sebulan.

โ€œPARAPUAR kami kembangkan menjadi ruang kolaboratif. Kami ingin civitas akademika UNIKA bisa menjadikan ruang ini sebagai tempat KKN tematik, riset, maupun pertunjukan budaya secara reguler. Hal ini akan kami integrasikan dalam MoU untuk kerja sama jangka panjang,โ€ tambahnya.

BPOLBF juga mendorong agar kolaborasi ini menjadi landasan dalam pengembangan program berbasis masyarakat, khususnya pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal di wilayah kerja BPOLBF.

Sementara itu, Rektor UNIKA, Dr. Agustinus Manfred Habur, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan BPOLBF dalam mendukung peran aktif perguruan tinggi.

Idul Fitri 2026 Jatuh Sabtu Besok, Simak Tata Cara Salat Idul Fitri dan Sunnahnya

Ia menilai kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas jejaring akademik serta meningkatkan kontribusi nyata kampus terhadap pembangunan daerah.

โ€œSeminar ISAC adalah bagian dari upaya internasionalisasi UNIKA. Tapi lebih dari itu, ini adalah momentum untuk memperkuat relasi antar-lembaga dan membangun kontribusi nyata dalam isu-isu lokal. Tahun depan, kami menargetkan KKN tematik bisa berlangsung di kawasan PARAPUAR. Bila tidak memungkinkan, akan dialihkan ke program magang,โ€ jelas Rektor yang akrab disapa RD. Manfred tersebut.

Dengan semangat sinergi, UNIKA dan BPOLBF optimis bahwa kerja sama ini dapat menjadi motor penggerak bagi pembangunan Labuan Bajo yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pada kekayaan budaya lokal serta kekuatan generasi muda yang terdidik. (*/tedja pramana)

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *