Belitung
Home ยป Berita ยป Di Bawah Gunong Bantan

Di Bawah Gunong Bantan

Fithrorozi, budayawan Belitung.

Oleh: Fithrorozi (Budayawan Belitung)

BILITONNEWS.CO – Penggagas Festival Rakyat De Belantu Wahyu Afandi mengacungkan tangannya.

โ€œMenarik khan viewer-nya,โ€ ujarnya singkat.

Sontak kami pun berfoto mengambil latar Gunong Bantan.

Nama Bantan merujuk pada pohon Bantan (Lannea coromandellica) yang dijadikan penanda akan tiba musim kemarau.

Momen Ziarah Kubur Usai Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Belitung

Menurut cerita tutur yang berkembang di daerah Bantan, diperkirakan antara 1601 hingga 1700 Masehi atau sekitar abad ke-17 terdapat hutan yang dilintas sungai yang dinamai Aik Membiding dan Kelelak Membiding yang merupakan tua pertama di Kampong Bantan.

Dikelilingi pusaka saujana (landskap) gunung, kelekak dan air sungai, membuat keberadaan Festival Rakyat De Belantu yang dibuka Rabu siang (28/1/2026) seolah berada pada cekungan penampung air yang menghapus dahaga masyarakat Bantan dan Membalong secara umum akan sebuah pesta seni dan budaya bernilai ekonomi.

Maka berdirilah banyak tenda dengan aneka jajanan.

Dan tentu saja seni tradisional lesung batang, campak darat, dan beripat menegaskan bahwa ini festival rakyat.

Desa Bantan memiliki kelekak di antaranya kelekak Cangkok, kelekak Gunong Aur, Kelekak Gede yang seharusnya dimanfaatkan untuk memulikan kehidupan masyarakat.

Ribuan Warga Padati Tugu Satam, Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H di Belitung Berlangsung Meriah

Manusia dan bumi sudah semestinya dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat.

Di bawah Gunong Bantan tampak hijau dan gunong lain di Membalong menyimpan banyak cerita kearifan.

Pengetahuan sebuah buah dari pemikiran masyarakat untuk bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan.  

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *