Dalam kunjungan itu juga, diadakan pertemuan antara PWKI dan Dikasteri Komunikasi Takhta Suci. Dalam pertemuan itu, PWKI didampingi Lina Yanti Dilliane, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Untuk Takhta Suci dan staff KBRI yang lain.
PWKI sudah mempelajari cukup lama dan berkeinginan agar Vatikan menggunakan Bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa komunikasi medianya.
Keinginan itu terjadi sebelum tahun 2022. Dorongan itu semakin menguat, ketika Paus Fransiskus pada Februari 2022 dalam Hari Bakti Para Biarawan-Biarawati menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara sumber para biarawan-biarawati.
Artinya, Paus Fransiskus mengakui bahwa Indonesia sebagai negara terbanyak mengirimkan para biarawan-biarawati ke seluruh penjuru dunia.
Dorongan untuk mempromosikan Bahasa Indonesia semakin kuat, ketika pada Mei 2022 .diadakan pertemuan Paskah Sedunia (Misa Kudus) yang dipersembahkan bagi para misionaris Indonesia di seluruh dunia.
Sekitar 4000 orang dan sebagian besar adalah biarawan-biarawati hadir dalam pertemuan Paskah Sedunia itu. Mereka berasal dari lebih 70 negara.
Pertemuan Pasakah Sedunia secara hybrid itu berjudul โIndonesia Goes To Continentsโ dan diselenggarakan oleh PWKI.
Ketika M Trias Kuncahyono diangkat sebagai Dubes RI Untuk Takhta Suci yang baru, oleh PWKI kepadanya diinformasikan tentang pekerjaan rumah yang belum selesai.
Pada April 2024, dengan difasilitasi oleh KBRI Untuk Takhta Suci sekali lagi diadakan pertemuan antara PWKI dan Dikasteri Komunikasi. Pada saat itu, rombongan PWKI dipimpin oleh Mayong Suryo Laksono, salah satu penasihat PWKI.















































Komentar