Belitung
Home ยป Berita ยป Desa Sungai Padang Ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih

Desa Sungai Padang Ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih

Bupati Belitung, H Djoni Alamsyah mendengarkan penjelasan terkait site plan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Sungai Padang, Kamis, 22 Januari 2026. (BilitonNews.co/tedja pramana)

โ€œKondisi Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tanjungpandan saat ini sudah tidak mampu menampung aktivitas nelayan yang terus meningkat. Karena itu, Munsang menjadi salah satu alternatif yang terus kami dorong,โ€ ungkapnya.

Selain mendukung pengembangan sektor perikanan, Pemkab Belitung juga berencana mengusulkan pembangunan batalyon baru di Desa Sungai Padang.

Diharapkan, keberadaan berbagai fasilitas tersebut dapat mendorong pertumbuhan wilayah dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

โ€œKita jadikan Desa Sungai Padang sebagai percontohan KNMP. Jika pelaksanaannya berjalan baik, maka pengembangan berkelanjutan di wilayah lain juga akan lebih mudah dilakukan,โ€ tambahnya.

Melihat karakter wilayah Belitung yang didominasi kawasan pesisir dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai nelayan, Djoni menilai masih banyak desa lain yang layak diusulkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih.

Momen Ziarah Kubur Usai Salat Idul Fitri 1447 Hijriah di Belitung

Ia menyebutkan, Pemkab Belitung berencana mengajukan tiga desa tambahan, yakni Desa Tanjung Rusa, Desa Mentigi, dan Desa Seliu yang berada di Kecamatan Membalong.

Tinjau Rencana Dermaga Munsang

Usai menghadiri peletakan batu pertama KNMP, Bupati Belitung bersama rombongan meninjau langsung lokasi Dermaga Munsang di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk.

Dermaga Munsang telah lama diusulkan sebagai lokasi alternatif pemindahan pelabuhan nelayan dari Tanjungpandan.

Djoni menegaskan pentingnya pengembangan kawasan tersebut untuk mendukung pertumbuhan sektor perikanan daerah.

Ribuan Warga Padati Tugu Satam, Malam Takbiran Idul Fitri 1447 H di Belitung Berlangsung Meriah

โ€œJumlah kapal nelayan di Tanjungpandan terus bertambah dan kini sudah mencapai lebih dari 2.000 unit, sementara kapasitas pelabuhan hanya sekitar 400 kapal. Kondisi ini tentu membutuhkan solusi jangka panjang,โ€ jelasnya.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *