Selain Welly, nama Ali Hasmara juga mencuat dalam bursa pencalonan. Wartawan berkompetensi Madya yang menjadi anggota PWI sejak 2021 ini secara terbuka menyatakan kesiapan untuk ikut bertarung dalam Konferkab mendatang.
Ali menekankan bahwa jika dipercaya memimpin PWI Belitung, penegakan Kode Etik Jurnalistik akan menjadi prioritas utama.
Menurutnya, integritas dan profesionalisme merupakan nilai dasar yang tidak boleh ditawar dalam dunia jurnalistik.
“PWI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan memastikan Kode Etik Jurnalistik dijalankan oleh setiap wartawan,” ujar Ali.
Tak hanya itu, Ali juga menyoroti pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk BUMN dan perusahaan swasta.
Ia menilai kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung keterbukaan informasi publik dan menciptakan iklim kerja jurnalistik yang sehat.
Di sisi lain, Ali juga membawa gagasan pembenahan internal organisasi, mulai dari penguatan silaturahmi antaranggota, hubungan harmonis dengan organisasi pers lain, hingga rencana pembentukan unit usaha mandiri bagi PWI Belitung.
Sementara itu, nama Reza A Dwi Patra turut meramaikan bursa calon Ketua PWI Belitung. Reza disebut-sebut tengah melakukan konsolidasi dan menggalang dukungan dari para pemilik suara.
Sejumlah anggota PWI menilai peluang Reza cukup besar, terlebih beberapa figur lain dikabarkan memilih tidak maju.
“Kalau Reza maju, saya tidak akan mencalonkan diri. Kami percaya Reza punya kapasitas memimpin,” ujar Muhammad Agus Lendra atau Kacak, salah satu anggota PWI Belitung.















































Komentar