Artinya: “Allah-lah yang mengirim angin, lalu ia (angin) menggerakkan awan, kemudian Dia (Allah) membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya dan Dia menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau melihat hujan keluar dari celah-celahnya.
Maka, apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, seketika itu pula mereka bergembira.” (QS. Ar-Rum: 48).
Sementara itu, hari Jumat dalam tradisi Islam terkenal sebagai sayyid al-ayyam, yaitu “tuan hari-hari yang lain”.
Hal ini karena pada hari tersebut, umat muslim berkumpul di masjid-masjid untuk melaksanakan kewajiban salat dan khutbah Jumat.
Hari Jumat memiliki banyak keutamaan lainnya, salah satunya adalah hari di mana terciptanya manusia dan nabi pertama di muka bumi, yaitu Nabi Adam AS.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا وَلاَ تَقُومُ السَّاعَةُ إِلاَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ
Artinya: “Sebaik-baik hari di mana matahari terbit di saat itu adalah hari Jumat.
Pada hari ini, Adam diciptakan, hari ketika ia dimasukkan ke dalam surga dan hari ketika ia dikeluarkan dari surga. Dan hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim)
Lantas, apakah hujan di hari Jumat menurut Islam memiliki fadhilah tertentu?, salah satu keutamaan yang sama-sama dimiliki oleh waktu hujan dan hari Jumat adalah waktunya doa dikabulkan.
Berikut keterangan hadisnya:
1. Keutamaan Berdoa saat Hujan Turun















