Kamarudin menyampaikan bahwa arah besar kebijakan ini adalah menjadikan inovasi sebagai gerakan daerah yang terstruktur, terukur dan berkelanjutan.
Sejumlah Inovasi Unggulan Ditampilkan
Dalam presentasinya, Kamarudin membeberkan berbagai inovasi unggulan dari empat pilar prioritas. Pada sektor kesehatan, Belitung Timur mengembangkan berbagai inovasi mulai dari pencegahan hingga penanganan, seperti SIE CANTIK untuk skrining calon pengantin, KERITAK untuk ibu hamil, hingga PILUS BELTIM dan GANGAN IKAN yang mengoptimalkan pangan lokal untuk pemenuhan gizi balita.
Seluruh inovasi ini dinilai mampu mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Di bidang pendidikan dan digitalisasi, hadir sejumlah program seperti CEMPEDIK, KETAM LEGIT, SEMANGAT, dan LAIS sebagai upaya mendorong peningkatan literasi dan kompetensi digital masyarakat.
Sementara itu, pilar ketahanan pangan diperkuat dengan program BEBASUN, GEMPAR, dan META KODOK yang bertujuan mengubah lahan pascatambang menjadi kawasan produktif.
Pada sektor ekonomi dan tata kelola digital, inovasi seperti TRAWANG BELTIM, SIPESPA.COM, serta platform digital UMKM seperti PONDOK UMKM dan PAK SATAM dihadirkan untuk meningkatkan transparansi birokrasi sekaligus menumbuhkan ekosistem wirausaha.
Kamarudin menekankan bahwa transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan aplikasi, tetapi juga mengubah pola kerja dan pola pelayanan di seluruh perangkat daerah.
Menutup paparannya, ia menyoroti kebutuhan mendesak akan payung hukum, koordinasi lintas sektor, kepastian sumber daya, serta sistem monitoring dan evaluasi yang kuat agar RAD dapat berjalan efektif.















































Komentar