BILITONNEWS.CO, BELITUNG – Di balik hiruk-pikuk aktivitas kuliner di Belitung, terselip keresahan yang perlahan mengusik hati masyarakat kecil.
Effendi Krisdianto, warga Jalan Pagar Alam, Kelurahan Tanjungpendam, tak bisa lagi menahan kegelisahannya. Ia melihat sendiri bagaimana beban pajak belanja yang seharusnya menjadi kewajiban pelaku usaha, justru dialihkan kepada pelanggan.
Bagi sebagian orang mungkin terasa sepele, namun bagi masyarakat biasa, setiap rupiah begitu berarti.
โHarapannya pemerintah daerah bisa menyikapi ini. Jangan sampai masyarakat terus yang dirugikan,โ ungkapnya lirih, mewakili suara yang selama ini terpendam, kepada Bilitonnews.co, Jumat (10/4/2026) malam.
Namun persoalan tak berhenti di situ, di dapur-dapur sederhana warga, kesulitan lain ikut menyala, atau justru padam.
Gas elpiji 3 kilogram yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari kini kian langka. Ironisnya, di tengah kelangkaan itu, Fendi mengaku sempat melihat sebuah restoran memiliki puluhan tabung gas, bahkan hingga 80 buah.
Sebuah pemandangan yang terasa menyakitkan, ketika di sisi lain masyarakat harus berkeliling tanpa kepastian.
Keluhan serupa datang dari Sila, seorang ibu rumah tangga. Dengan nada lelah, ia menceritakan perjuangannya mencari gas demi memasak untuk keluarga.
โKami harus kebingungan ke sana kemari mencari gas,โ katanya, sederhana, namun sarat makna.
Ini bukan sekadar soal pajak atau distribusi barang. Ini tentang keadilan. Tentang bagaimana masyarakat kecil berharap didengar, diperhatikan, dan tidak terus berada di posisi yang dirugikan.















































Komentar