“Air hujan akhirnya tertahan, sementara gelombang tingggi dan air laut pasang mendorong air laut masuk ke daratan sehingga terjadi banjir rob,” kata Niki Makaromi kepada wartawan pada Senin, 8 Desember 2025.
Dikatakan Niki, peristiwa banjir rob ini terjadi dua hari ini dan peristiwa ini merupakan kejadian tahunan biasanya di bulan Desember dan Januari.
“Walau demikian banjirnya tidak sampai tinggi, kalaupun banjir sampai ke puncak ketingggian, biasanya sampai ke betis orang dewasa. Mudah-mudahan di tahun 2026 mendatang dengan percepatan pembangunan, menambah talud dengan teknis pembangunan yang dilakukan, tahun 2025 tahun menjadi terakhir bencana banjir rob di Tanjungpendam,” kata Niki.
Dengan adanya banjir ini dikatakan Niki, untuk sementara pihaknya melakukan penutupan Kawasan wisata Tanjungpendam untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan hingga banjir robnya surut.
“Kalau kami lihat siatuasinya, kami melakukan penutupan sementara untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan, sampai banjir robnya surut. Sebenarnya ini bukan kondisi darurat yang harus ditutup seharian, tapi tergantung pasang surut air laut,” katanya.
“Saat ini para pedagang berberes, tadi juga sudah ada keputusan dari penyelenggara bazar. Jadi bazar akan dipindahkan ke Terminal Tanjungpendam karena dengan situasi sekarang tidak dimungkinkan melanjutkan bazar di Tanjungpendam dan menghindari risiko. Kalau kita lihat di table air, besok masih di puncak rob,” katanya.
Sementara itu Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Susanto mengatakan, untuk sementara kawasan wisata ini ditutup sementara untuk pengunjung sampai kondisi banjir rob dan pasang air laut surut.















































Komentar