Situasi kemudian terus berkembang. Di RT 3, terdapat tambahan tiga rumah yang nyaris terendam, dihuni oleh tiga KK dengan tujuh orang. Pada pukul 17.00 WIB, genangan air semakin meluas hingga merendam enam rumah di RT 3, berdampak pada delapan KK atau 18 jiwa.
โDengan naiknya ketinggian air, sebagian warga mulai kami evakuasi ke tempat yang lebih aman. Sementara ini pengungsian dilakukan di rumah warga terdekat dan di Perpustakaan Desa Cerucuk yang dijadikan posko sementara,โ ujar Azhari.
Untuk memenuhi kebutuhan mendesak, bantuan awal telah disalurkan berupa 10 dus mi instan. Selain itu, Dinas Sosial telah melakukan pendataan lanjutan terhadap warga terdampak guna penyaluran bantuan berikutnya.
Proses evakuasi masih terus berjalan dengan melibatkan Tagana yang berkoordinasi bersama BPBD dalam penanganan banjir dan distribusi logistik.
Azhari menambahkan, selain dipengaruhi hujan lokal, banjir juga disebabkan oleh kiriman air dari hulu sungai. Ia menyebutkan, kondisi debit air di kawasan Batu Mentas saat ini sudah penuh, sehingga berpotensi menambah luapan di wilayah hilir.
โJika di hulu terjadi banjir, maka daerah hilir seperti Dusun Cerucuk juga akan terdampak. Ditambah lagi dengan air laut pasang yang turut memperparah genangan,โ jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Cerucuk, Ferdiansyah, mengatakan bahwa pihak desa telah menyiapkan posko pengungsian di Perpustakaan Desa yang berada di kantor lama Desa Cerucuk sebagai langkah antisipasi.
Ia menyebutkan, banjir serupa pernah terjadi pada tahun 2017. Namun, banjir kali ini dinilai sebagai yang paling parah dibandingkan kejadian sebelumnya. (BilitonNews.co/tedja pramana)















































Komentar