News
Home ยป Berita ยป Bahaya Tersembunyi Dibalik Hujan: Sampah Meluber di Jalan Hayati Mahim Tanjungpandan

Bahaya Tersembunyi Dibalik Hujan: Sampah Meluber di Jalan Hayati Mahim Tanjungpandan

Seorang pejalan kaki berjalan hati-hati di Jalan Hayati Mahim, Tanjungpandan, yang dipenuhi sampah akibat luapan drainase setelah hujan, Minggu (5/4/2026). Kondisi ini mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan risiko kecelakaan. (Bilitonnews.co/Gumay)

BILITONNEWS.CO, TANJUNGPANDAN โ€” Kondisi lingkungan di kawasan Hayati Mahim hingga Jalan Gajah Mada, Kabupaten Belitung, kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah yang meluber ke badan jalan usai hujan dinilai semakin mengganggu aktivitas masyarakat, baik pejalan kaki maupun pengendara yang melintas di jalur tersebut.

Pantauan Bilitonnews.co di lapangan menunjukkan, derasnya aliran air hujan membawa sampah dari saluran drainase hingga meluap ke ruas jalan. Beragam jenis limbah, mulai dari plastik hingga sisa organik, tampak bercampur dengan genangan air. Selain menimbulkan bau tidak sedap, kondisi ini juga memperburuk estetika kota dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Situasi tersebut kerap memaksa pengendara untuk mengurangi kecepatan bahkan menghindari titik-titik tertentu yang dipenuhi sampah. Tidak jarang, manuver mendadak yang dilakukan pengendara justru berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

Salah seorang warga, Suryati, mengaku khawatir dengan kondisi yang terus berulang, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Ia menilai, jika tidak segera ditangani, persoalan ini dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

โ€œKalau hujan seharian, bukan tidak mungkin jalan bisa tertutup sampah. Ini jelas berbahaya bagi pengguna jalan,โ€ ujarnya.

Cuaca Belitung Senin 6 April 2026: Hujan Petir dan Angin Singkat, Warga Diminta Waspada

Menurut Suryati, diperlukan langkah cepat dan konkret dari pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistem pengelolaan sampah serta perbaikan drainase yang selama ini dinilai tidak berfungsi optimal.

Laman: 1 2 3

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *