News
Home ยป Berita ยป Api Mengamuk di Belitung, Petugas dan Warga Bersatu Padamkan Kebakaran Hutan

Api Mengamuk di Belitung, Petugas dan Warga Bersatu Padamkan Kebakaran Hutan

Petugas Damkar bersama warga berupaya memadamkan api di Dusun Bebute, Desa Terong, Belitung, Kamis (19/03/2026) malam. (Istimewa)

BILITONNEWS.CO – Panik dan tegang sempat dirasakan warga Dusun Bebute, Desa Terong, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Kamis (19/03/2026) malam, ketika kebakaran hutan melanda kawasan sekitar Jalan Raya Tanjung Kelayang.

Laporan pertama diterima pukul 20.38 WIB dari Panji Arwanda, seorang warga setempat, melalui pesan WhatsApp. Dalam pesannya, Panji meminta bantuan cepat karena api mulai mengancam lahan hutan di sekitarnya.

Mendapat laporan, Regu 2 Unit Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kabupaten Belitung langsung bergerak. Dengan alat pelindung diri lengkap dan kendaraan operasional siap, tim menempuh perjalanan sekitar 18 kilometer menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, petugas menghadapi medan yang sulit dijangkau. Titik api berada jauh di dalam hutan, sehingga mobil pemadam dan selang tidak bisa menjangkau. Dengan cepat, anggota Damkar bersama warga setempat memutuskan melakukan pemadaman manual menggunakan peralatan seadanya.

Kerja sama antara petugas dan masyarakat berlangsung intens selama hampir dua jam, dari pukul 20.38 WIB hingga 22.45 WIB. Akhirnya, api berhasil dikendalikan dan dipastikan padam, mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Idul Fitri 2026 Jatuh Sabtu Besok, Simak Tata Cara Salat Idul Fitri dan Sunnahnya

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun kerugian bagi warga terdampak. Namun, sumber api masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Komandan Regu 2 Damkar Belitung, Riko Pribadi, di bawah koordinasi Perwira Suhari, S.A.P., menegaskan seluruh anggota telah menjalankan tugas sesuai prosedur. Tim juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *