Rangkaian acara juga diisi dengan pertunjukan musik dari sejumlah band lokal dan artis daerah, seperti Marcel, Gradasi Band, hingga Etis Music.
Puncak kegiatan diakhiri dengan jalan santai massal yang diikuti hampir 2.000 peserta dan disebut sebagai jumlah peserta terbanyak yang pernah tercatat di Belitung.
Wahyu berharap Festival De’ Belantu dapat dijadikan agenda tahunan, melihat besarnya antusiasme masyarakat dan dampak positif yang dirasakan langsung oleh pelaku UMKM serta warga desa.
“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan penggerak ekonomi desa,” katanya.
Pertumbuhan Ekonomi Berkembang dari Desa
Sementara itu Buati Belitung, H Djoni Aamsyah Hidayat dalam sambutan pembukaan Festival De’ Belantu pada Rabu, 28 Januari 2026 menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus tumbuh dan berkembang dari desa.
Menurutnya, desa memiliki peran strategis sebagai penyangga utama, khususnya dalam sektor pangan dan perekonomian masyarakat.
“Kita ingin masyarakat desa memiliki kepercayaan diri, semangat, dan keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi juga bisa lahir dari desa, bukan hanya dari kota,” ujar Djoni.
Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Belitung menargetkan pertumbuhan sektor pariwisata sebesar 20 persen, dengan kontribusi signifikan berasal dari desa-desa.
Melalui kegiatan seperti Festival De’ Belantu, diharapkan wisatawan tidak hanya berkunjung ke destinasi utama, tetapi juga masuk ke desa sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.















































Komentar