Advertisement
Lifestyle
Home » Berita » Donnahe Rilis “Menara Hati”: Nyanyian Cinta yang Tumbuh dari Waktu dan Ketulusan

Donnahe Rilis “Menara Hati”: Nyanyian Cinta yang Tumbuh dari Waktu dan Ketulusan

Tentang Donnahe penyanyi asal Pulau Belitung yang memulai karier sebagai penyiar radio dan presenter televisi, kini terus berkarya menghadirkan lagu-lagu penuh rasa dan makna.

BILITONNEWS.CO – Di tengah riuhnya industri musik yang silih berganti tren, sebuah suara datang dengan kelembutan yang tak tergesa, namun justru terasa abadi. Donnahe, perempuan asal Pulau Belitung, dengan bangga mempersembahkan karya terbarunya berjudul “Menara Hati”, sebuah lagu yang lahir dari perjalanan panjang, perasaan yang dipendam, dan cinta yang tak lekang oleh waktu.

Bukan sekadar lagu baru, “Menara Hati” adalah cerita yang sempat tertunda. Pertama kali diproduksi pada tahun 2012, karya ini sempat tersimpan seperti rahasia hati yang belum siap dibagikan.

Namun waktu, seperti cinta yang sabar, membawa Donnahe kembali pada lagu ini. Setelah melalui revisi mendalam dan sentuhan kolaborasi bersama seorang DJ pada tahun 2025, lagu ini akhirnya hadir dalam balutan yang lebih matang, lebih jujur, dan lebih menyentuh.

Dengan latar belakang karier sebagai penyiar radio dan presenter di salah satu televisi swasta, Donnahe bukanlah sosok asing dalam dunia komunikasi. Namun melalui “Menara Hati”, ia berbicara dalam bahasa yang lebih sunyi, bahasa perasaan.

Lagu ini berkisah tentang janji cinta yang sederhana namun kuat untuk tetap bersama, untuk tidak saling melukai, dan untuk menjaga hati satu sama lain. Di tengah dunia yang sering kali membuat cinta terasa rapuh, “Menara Hati” berdiri sebagai simbol keteguhan, seperti menara yang menjulang, kokoh menahan angin dan waktu.

Larangan Keras Pencurian Air PDAM di Tanjungpandan, Warga Diberi Waktu Sebulan untuk Lapor

Dibalut dengan konsep musik yang easy listening, alunan lagu ini mengalir lembut, seakan menyapa setiap pendengar secara personal. Tidak berisik, namun justru mengendap. Tidak memaksa, namun perlahan mengikat rasa.

Laman: 1 2

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *