BILITONNEWS.C0 – Pagi di Belitung masih sama seperti dulu. Angin laut berhembus pelan, perahu nelayan berangkat seperti biasa. Namun, ada satu hal yang perlahan berubah, kampung-kampung kini terasa lebih sepi.
Satu per satu anak muda pergi.
Mereka berangkat ke kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Palembang, membawa harapan yang sering kali terlalu besar untuk ditampung oleh kampung halaman mereka sendiri.
โKalau di sini, mau kerja apa?โ pertanyaan itu terdengar sederhana, tapi menyimpan kenyataan yang berat.
Terbatasnya lapangan pekerjaan membuat banyak anak muda tak punya banyak pilihan. Sektor yang dulu menjadi andalan, seperti tambang dan pariwisata, tak lagi mampu menampung semua tenaga kerja. Di balik keindahan pantai Belitung, ada kegelisahan yang tak selalu terlihat.
Di rumah-rumah, orang tua hanya bisa melepas dengan doa. Tak sedikit yang menahan tangis saat anaknya berpamitan.
โPergilah, Nak. Cari hidup yang lebih baik,โ kata mereka, meski hati sebenarnya ingin tetap dekat.
Merantau bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan. Demi membantu keluarga, demi masa depan, demi mimpi yang terasa jauh jika tetap tinggal.
Namun, tidak semua cerita berakhir bahagia. Di kota besar, persaingan keras menunggu. Ada yang berhasil, tapi tak sedikit pula yang harus bertahan dalam kesulitan, jauh dari keluarga, jauh dari rumah.
Sementara itu, di Belitung, yang tertinggal adalah kenangan, dan sunyi yang perlahan tumbuh. Kampung kehilangan tawa anak muda, kehilangan tenaga, kehilangan harapan yang seharusnya dibangun bersama.















































Komentar