BILITONNEWS.CO – “Assalamualaikum bang, usa kelupaan ye.”
Pesan singkat yang kukirim melalui WhatsApp Web itu menjadi pengingat untuk seorang budayawan Belitung, Fithrorozi, yang akrab kami sapa Bang Fit.
“Astaga, sori suat ye,” balasnya ringan pada Rabu, 28 Januari 2026 sekitar pukul 20.08 WIB.
Tak sampai 30 menit berselang, naskah yang dijanjikannya pun masuk ke redaksi.
Tulisan berjudul “Di Bawah Gunong Bantan” itu kembali menegaskan satu hal: konsistensi Bang Fit dalam merawat dan menuliskan budaya Belitung.
Bagi Bang Fit, menulis bukan sekadar rutinitas.
Ia menjadikan tulisan sebagai medium menjaga ingatan kolektif masyarakat Belitung.
Tentang tradisi, sejarah kampung, hingga kearifan lokal yang perlahan mulai tergerus zaman.
Topik budaya selalu menjadi napas dalam setiap tulisannya.
Ia tak pernah kehabisan ide.
Bahkan di sela-sela kesibukan sebagai seorang abdi negara, diskusi singkat pun bisa berubah menjadi obrolan sarat makna.
Seperti ketika kami sama-sama menghadiri Festival Rakyat de Belantu di Desa Bantan, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Walau hanya singgah sesaat di sebuah kedai kopi, Bang Fit tetap menyempatkan berbincang tentang bukit tinggi yang menjulang di belakang Desa Bantan, yang akrab disebut Gunong Bantan.
Dari topik bentang alam, obrolan bisa melebar ke sejarah kampung, cerita rakyat, hingga filosofi nama tempat.
Energinya terasa tak pernah surut.
Sosoknya yang enerjik dan inspiratif membuat suasana diskusi selalu cair.
Guyonan khasnya kerap memancing tawa.

















