BILITONNEWS.CO, VATIKAN – Ketua Dewan Ekonomi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak perlu dipandang sebagai ancaman.
Menurutnya, AI hanyalah sebuah alat yang harus dikendalikan manusia dan dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam pidato pembukaan Konferensi Algorethics and Governance yang digelar oleh Scholas Occurrentes di Pontifical Universita Urbaniana, Vatikan.
Rilis dari KBRI Takhta Suci Vatikan mengungkapkan, konferensi tersebut dihadiri perwakilan dari berbagai negara seperti Indonesia, Brasil, Argentina, Spanyol, Albania, Mozambik, Ukraina, Polandia, dan Italia.
Scholas Occurrentes sendiri merupakan lembaga kepausan yang berakar dari program pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di Buenos Aires ketika Paus Fransiskus masih menjabat sebagai Uskup Agung kota tersebut.
AI untuk Kebaikan, Bukan Ancaman
Dalam pidatonya, Luhut menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk AI, akan sangat menentukan masa depan umat manusia. Karena itu, pengembangan teknologi harus selalu berlandaskan martabat manusia.
Ia mengutip pesan Paus Fransiskus dalam konvensi internasional tahun 2024 yang menyebutkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk kebaikan, namun harus diarahkan secara etis dan digunakan untuk melayani manusia.
Luhut menambahkan bahwa AI dapat menghadirkan peluang besar dalam penemuan, inovasi, dan kreativitas.
Namun tanpa pijakan moral, teknologi tersebut juga dapat memperparah ketidakadilan atau menciptakan manipulasi informasi.



















