BILITONNEWS.CO, BELITUNG TIMUR – Lonjakan harga emas menjadi faktor dominan yang mendorong inflasi di Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sepanjang Maret 2026.
Kenaikan signifikan pada komoditas logam mulia ini terjadi seiring kondisi global dan geopolitik saat ini.
Inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) tercatat sebesar 2,25 persen.
Kenaikan harga emas ini menjadi penyumbang utama inflasi di Belitung Timur sepanjang Maret 2026, di tengah tekanan harga selama Ramadan dan Lebaran 2026.
Angka inflasi ini terungkap dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Maret 2026 dan Pertumbuhan Ekonomi 2025 yang berlangsung di ruang pertemuan Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (1/4/2026) sore.
Kepala BPS Kantor Belitung Timur melalui Statistisi Ahli Madya, Fetia Nursih Widiastuti menyebutkan inflasi tahunan sebesar 2,25 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 107,56.
“Emas perhiasan memberikan andil sebesar 0,98 persen dari total inflasi. Hampir satu persen, ini cukup dominan,” jelas Fetia dalam rilis Diskominfo SP Beltim.
Menurutnya, kenaikan harga emas dipengaruhi kondisi global dan geopoltik.
Kondisi ini membuat pemerintah daerah tidak dapat mengintervensi langsung.
“Emas itu masuk inflasi inti dan dipengaruhi kondisi dunia. Jadi tidak bisa dikendalikan di daerah,” kata Fetia.
Selain emas, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga menyumbang inflasi sebesar 1,47 persen.
Hal ini seiring meningkatnya permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri 2026.















































Komentar